28 de setembro de 2015 Decungkringo Bitcoin asic chips

Dehumanisme dalam Pendidikan bidang ditandai dengan berbagai kebijaksanaan, prática Dominasi, Dan Yang Pendidikan dilakukan Pemerintah maupun kalangan Swasta Yang menghasilkan Manusia Manusia Yang-dehumanistik, Baik especialista dipihak maupun anak Didik.

Guru tidak Lebih hanyalah pawang, Komandan, instruktur, dan Yang Birokrat melaksanakan instruksi Oleh Yang dikeluarkan birokrasi Pemerintah ataupun Yayasan Pendidikan. Kegiatan Yang di Ruang terjadi kela bukanlah Kegiatan Belajar, melainkan Kegiatan untuk mempertahankan ideologicamente mayoritas, baik ekonomi, política, dan agama. Satu paragraf Yang Saya dari buku Yang kutip disusun Oleh Y. B. MANGUNWIJAYA “Menghargai Manusia dan Kemanusiaan: Humanismo Y.B.


Mangunwijaya “.

Padahal Pendidikan sejatinya adalah untuk memerdekakan dan membebaskan “memanusiakan Manusia” melalui prosa “humanisasi” dan “hominisasi” Yang kita secara singkat sebut dengan “humanitárias”. Tetapi kenyataannya dalam, Pendidikan selalu bertolak Belakang dengan humanismo ini dan hal yang baru bukanlah sesuatu. Di Indonésia dengan konsep Yang terus berjalan Seperti ini belenggu-belenggu Dari sisa feudal colonial Khas Jawa dan, Siswa hanya akan Menjadi política de quadros cadre mini-dan Sumber Daya Manusia Yang disiapkan untuk melaksanakan dan mendengarkan apa yang Menjadi kepentingan Pemerintah dan Dificilmente usahawan melalui indoktrinasi.

Sekolah adalah untuk Tempat Yang mendidik dimana haruslah anak-anak para Muda, penerus bangsa dibentuk. Berbagai idealismo macam, karakter, pola dan ada pikir didalamnya, tugas pendidik melahirkan adalah orang orang yang memiliki Nilai-Nilai seperti yang humanismo dicita-citakan. Pendidik mempunyai kewenangan pennh terhadap Apapun Yang terjadi didalam Kelas. bahwa paradigma Siswa hanya Sebagai obyek didikan dimana superioritas pendidik begitu menguasai seakan-acã kebenaran hanya di tangan pendidik. Pendidik menciptakan Jurang pemisah Antara Siswa dengan yang diajar Dirinya Sendiri, menciptakan Jarak dengan rasa Segan Takut Karena dengan Nilai yang akan Buruk Yang tidak saat diterima sesuai dengan não pendidik Ginan.

Pendidikan yang tidak menghasilkan Manusia Manusia-Humanis haruslah ditempatkan di dalam kerangka Evolusi, dengan tujuan untuk menciptakan murid, bangsa, bahkan sampai UMAT Manusia pendewasaan kepada diri, teremansipasi, merdeka, humanizado, dan sanggup bertanggung Jawab terhadap diri Sendiri. Jati diri Bahá’an Pencarian menúrut Romo Mangun dalam Humanismenya, berhenti tidak Boleh. Pencarian jati diri diri dan pendewasaan haruslah evolutiva bergerak Yang akan eksistensi kesadaran berujung kepada Diri.

Pendidikan haruslah mengantarkan Manusia Yang Menjadi sosok terbuka kepada Nilai-Nilai Kemanusiaan universal, meskipun tetap berpegang kepada Nilai-Nilai keIndonesiaan. Dan Yang Juju menjadikan Manusia bersikap menurut Dinamika relativitas, dengan tidak principal mutlakan Mutlak, hal ini kepada berdasarkan pemahaman bahwa segala sesuatu bersifat relativamente. Generasi muda haru meluaskan horizontya Dengan Berpikir kreatif, eksploratif, inclusive, dan pluralist. Berkaca Bahwa Hidup ini adalah satu Jalan multidimensional jika / Cara yang dilakukan Gagal, maka Jalan masih terbuka / Cara localizado yang bisa atau dilalui dilakukan. Yang Berarti, Bahwa Hidup itu selalu penang kemungkinan selama pikiran kita tidak terbelenggu hanja kepada satu consep atau paradigma.

Setiap sistem Pendidikan ditentukan e sonafat tentang Manusia e Citra manusianian, sehingga Pendidikan tidak pernah netral. Maka visi seorang Manusia, pemerintahan ataupun isntitusi tem uma arah menantukan sangat Pendidikan yang berpengaruh uraiannya kepada. Apakah Negara merupakan penganut paham pesimististik (Fukuyama Dalam menurut A história do fim e o último homem, 1992), atau optimististik (merujuk kepada velho Fons dalam Humanismo no Terceiro Milênio, 1993). Apakah Negara bersifat religius atau Sekuler dan sebagainya. Oleg Sebab itu perlulah di sini Kita dan apa menelisik bagaimana visi dari Pemerintah atau dalam instansi Swasta menyelenggarakan Pendidikan.

bateria dengan Hal Ini Kita Diharapkan Menjadi Sadar bahwa Pengetahuan Pendidikan Memperlihatkan kepada Kita Bahwa Pada saat era ini Penuh tantan Dan Harapan, Dinamis dan multisentra terhadap peluang kerjasama untuk beradab Menciptakan Kemanusiaan Yang, visioner dan profetis, untuk Prospek ke ex Yang Lebih terbuka Menjadi Manusia -manusia Baru (memperspektifkan dan mengidealkan humanismo Pendidikan) Dengan Berpikir de órgãos fundamentais, Berani, luas berpandangan dan universais, MAMPU berwa- cana dan berdiplomasi, menghasilkan pembaharuan Gagasan-Gagasan Yang Segar.